A: Tunanetra
B: Tunarunguwicara
C: Tunagrahita
D: Tunadaksa
E: Tunalaras
G: Tunaganda
Autisme

 

Fisioterapi
Terapi Musik
Terapi Wicara
Terapi Sensor Integrasi
Okupasi
Terapi Perilaku
Akupresur dan Akupuntur

 

Tata Busana
Tata Kecantikan
Otomotif
Kriya Kayu
ICT
Seni Musik
Pertamanan
Membatik
Menyanyi
Menari
Tata Boga
Kriya Keramik
Melukis
Kerajinan Tangan

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Tunadaksa

Pengertian tunadaksa:

  • Kelainan yang meliputi cacat tubuh atau kerusakan tubuh
  • Kelainan atau kerusakan pada fisik dan kesehatan
  • Kelainan atau kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan otak dan saraf tulang belakang

Klasifikasi anak tunadaksan meliputi:

  • Kelainan pada sistem serebral. Penggolongan anak tunadaksa ini kedalam sistem selebral yang didasarkan pada letak penyebab kelahiran yang terletak pada sistem saraf.
  • Penggolongan selebral menurut derajat kecacatan meliputi:
    • Golongan ringan : mereka yang dapat berjalan tanpa menggunakan alat, berbicara tegas dan dapat menolong dirinya sendiri.
    • Golongan sedang : mereka yang membutuhkan treatment untuk bicara,berjalan dan mengurus dirinya sendiri.
    • Golongan berat : golongan ini selalu membutuhkan perawatan dalam ambulasi, bicara dan menolong dirinya sendiri.
  • Penggolongan selebral menurut topografi:
  • Monoplegia, adalah kecacatan satu anggota gerak, misal : kaki kanan.
  • Hemiplegia, adalah lumpuh anggota gerak atas dan bawah, misal : tangan kanan dan kaki kanan.
  • Paraplegi, lumpuh pada kedua tungkai kakinya.
  • Diplegia, lumpuh kedua tangan kanan dan kiri atau kaki kanan dan kiri.
  • Quadriplegi, adalah kelumpuhan seluruh anggota geraknya

Penyebab tunadaksa
Penyebab tunadaksa dilihat saat terjadinya kerusakan otak dapat terjadi pada :

  • Sebab sebab sebelum lahir antara lain: terjadi infeksi penyakit, kelainan kandungan, kandungan radiasi, saat mengandung mengalami trauma (kecelakaan).
  • Sebab sebab pada saat kelahiran, antara lain: proses kelahiran terlalu lama, proses kelahiran yang mengalami kesulitan, pemakaian anestasi yang melebihi ketentuan.
  • Sebab sebab setelah proses kelahiran, antara lain : kecelakaan, infeksi penyakit dan ataxia.

Karakteristik anak tunadaksa:
Anak tunadaksa akan mengalami gangguan psikologis yang cenderung merasa malu, rendah diri dan sensitif serta memisahkan diri dari lingkungannya. Disamping karakteristik tersebut terdapat problema anak tunadaksa antara lain, gangguan taktil dan kinestatik dan  gangguan emosi

Model layanan pendidikan:
Model layanan pendidikan bagi anak tunadaksa dibagi pada sekolah khusus atau sekolah terpadu atau inklusi:

  • Sekolah khusus adalah diperuntukkan bagi anak yang mempunyai problema yang lebih berat bagi intelektual maupun emosinya.
Sekolah terpadu/inklusi, sekolah ini diperuntukkan bagi anak tunadaksa yang  mempunyai problema ringan dan problema penyerta dan tidak disertai oleh problema retadasimental

2012 SLBN Semarang.