A: Tunanetra
B: Tunarunguwicara
C: Tunagrahita
D: Tunadaksa
E: Tunalaras
G: Tunaganda
Autisme

 

Fisioterapi
Terapi Musik
Terapi Wicara
Terapi Sensor Integrasi
Okupasi
Terapi Perilaku
Akupresur dan Akupuntur

 

Tata Busana
Tata Kecantikan
Otomotif
Kriya Kayu
ICT
Seni Musik
Pertamanan
Membatik
Menyanyi
Menari
Tata Boga
Kriya Keramik
Melukis
Kerajinan Tangan

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Tunanetra

 

Pengertian :
Tuna Netra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan/tidak berfungsinya indera penglihatan.

 

 

Klasifikasi:

  1. Berdasarkan waktu terjadinya ketunanetraan:
    • Tunanetra sebelum dam sejak lahir
    • Tunanetra setelah lahir atau pada usia kecil
    • Tunanetra pada usia sekolah atau pada masa remaja
    • Tunanetra pada usia dewasa
    • Tunanetra dalam usia lanjut
  2. Berdasarkan kemampuan daya penglihatan :
    • Tunanetra ringan
    • Tunanetra setengah berat
    • Tunanetra berat
  3. Berdasarkan pemeriksaan klinik
  4. Berdasarkan kelainan-kelainan pada mata:
    • Myopia : adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina
    • Hyperopia : adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina
    • Astigmatisme : adalah penyimpangan atau penglihatan kabut yang disebabkan karena ketidak-beresan pada kornea mata.

Penyebab :

  1. Pre-natal
    Faktor penyebab ketunanetraan pada masa pre-natal sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan
  2. Post-natal
    Faktor penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir, antara lain: kerusakan pada mata atau syaraf mata pada waktu persalinan,pada waktu hamil ibu menderita penyakit gonorrhoe, penyakit mata lain yang menyebabkan ketunetraan, seperti trachoma, dan akibat kecelakaan.

 

Karakteristik Tunanetra

  1. Fisik
    Keadaan fisik anak tunanetra tidak berbeda dengan anak sebaya lainnya. Perbedaan nyata diantara mereka hanya terdapat pada organ penglihatan.
    Gejala tunanetra yang dapat diamati dari segi fisik antara lain: mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, gerakan mata tidak beraturan dan cepat, mata selalu berair dan sebagainnya.

  2. Perilaku
    Beberapa gejala tingkah perilaku pada anak yang mengalami gangguan penglihatan dini antara lalin: berkedip lebih banyak dari biasanya, menyipitkan mata, tidak dapat melihat benda-benda agak jauh. Adanya keluhan-keluhan antara lain: mata ganas, panas, pusing, kabur atau penglihatan ganda.

  3. Psikis
    • Mental/intelektual

    Tidak berbeda jauh dengan anak normal, kecenderungn IQ anak tunantera ada pada batas atas sampai batas bawah.

    • Sosial
    • Kadangkala ada keluarga yang belum siap menerima anggota keluarga yang tunanetra sehingga menimbulkan gelisah antara keluarga. Seorang tunanetra juga biasannya mengalami hambatan kepribadian seperti curiga terhadap orang lain, perasaan mudah tersinggung dan ketergantungan yang berlebihan

Alat Pendidikan
Alat pendidikan bagi tunanetra terdiri dari alat pendidikan khusus, alat bantu, dan alat peraga:

  • Alat pendidikan khusus: reglet dan pena, mesin tik brailer, printer brailer, abacus
  • Alat bantu : alat bantu perabaan (buku-buku) dan alat bantu pendengaran (kaset,CD,talkingbooks)
  • Alat peraga : alat peraga tactual atau audio yaitu alat peraga yang dapat diamati melalui perabaan atau pendengar

Tenaga Pendidikan
Tenaga pendidikan yang dibutuhkan antara lain:

  • Guru
  • Psikolog
  • Dokter mata
  • Optometris

Layanan Pendidikan

  • Jenjang pendidikan dan lama pendidikan:
  • TKLB        : 3 tahun
  • SDLB        : 6 tahun
  • SMPLB     : 3 tahun
  • SMKLB     :3 tahun
  • Model pendidikan:
  • Pendidikan inklusif

Adalah pendidikan pada sekolah umum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang memerlukan pendidikan khusus pada sekolah umum dalam satu kesatuan yang sistematik.
Kurikulum yang digunakan pada pendidikan inklusif adalah kurikulum yang fleksibel yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa.

  • Pendidikan khusus (SLB)

Adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

  • Guru Kunjung

Model guru kunjung dilakuakn dalam uapaya pemerataan pendidikan bagu anak tunanetra usia sekolah. Model ini diberlakukan dalam hal anak tunanetra tidak dapat belajar di sekolah khusus karena tempat tinggal yang sulit dijangkau, kondisi anak yang tidak memungkinkan untuk berjalan, menderita penyakit berkepanjangan, dan lain-lain.



2012 SLBN Semarang.